Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Featured Post

Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan

 Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.

Selimut Jingga

Selimut Jingga Kaa itu aku bermain bersama anakku. Sesekali bercengkrama dan saling bercanda. Dia tampak kegirangan. Dengan aksi menghiburku. Walau bagiku mungkin tak cukup lucu. Disamping ku ditemani oleh istri cantik. Senyum manis selalu menjadi bahan keseharianku. Manis nan cantik adalah bahan dasar wajah itu. Sudah kupinang semenjak 2 tahun silam. Kehidupan kecilku serasa indah. Berasa cukup walau terlihat biasa. Gubuk usang ini menjadi saksi perjalanan. Ditemani dengan selimut alam jingga. Menghiasi alam yang penuh makna. Tak pernah berhenti ku ucap syukur. Selimut jingga yang begitu mempesona alam. Sebagai bentuk figura alam yang gagah. Baca Juga : Alun - Alun Kota

Hujan

Hujan Kupikir indahmu akan akan abadi. Ditambah senyuman mentari yang manja. Membawa naluri pelangi yang semakin elok. Serta daun - daun kering yang berjatuhan. Itu hanya fatamorgana belaka. Sebuah anganku yang kembali mengembang. Mengingat masa itu, yang tak bisa ku ungkiri. Manis, namun hanya kenangan manis yang selalu tertanam di bekakku. Kaca yang menghadap teras mengembun. Langit nampaknya mulai tak bersahaja. Sesekali mengejutkan dengan kilau sinar. Berhembus angin kencang malam itu. Serasa awan hitam memanggil. Hujan seketika tiba mengguyur. Menyiram bumi yang sudah 1 bulan belakang tidak hujan. Hasil dari perubahan siklus yang selalu berproses. Kenangan itu membanjiri ingatan ku. Semakin kuingat, kepala ini semakin sakit. Kuharap hujan ini yang menjadi saksi. Sekaligus tanda pengingat dalam diri. Baca Juga : Bayang Mu

Alun - Alun Kota

Alun - Alun Kota Udara dingin yang berhembus memberi isyarat petunjuk. Harum jajanan sepanjang jalan membuat keroncongan isi perut. Ditambah pelukan hangat menambah arti kenyamanan. Bercengkrama diatas motor yang semakin manis suasana. Di tepian jalan, kusenderkan motor dengan standar miring. Berjalan bergandengan melintasi jalan yang ramai. Bergandeng tangan mungil yang selalu ku rindu. Kucium dan hafal betul aroma ini. Alun - alun kota. Lampu jalan beramai - ramai menyorak. Menghidupkan taman yang gelap nan mengerikan. Menjadi kisah cinta yang abadi dengan kekasih. Bercanda dan bergurau menjadi bahasan utama. Memandang langit gelap secara bersama. Sambil menghabiskan pentol pedas yang di pegang. Menjadi saksi kisah perjalanan cinta yang tak mudah. Disini, kita saling memuaskan rasa rindu. Berjarak membuat rintangan dan batasan kita terhalang. Alun - alun kota semua batasan itu hilang. Membawa kisah cinta yang penuh bumbu manis. Baca Juga : Senyuman Manis Itu 

Rapuh

Rapuh Semua saraf diriku mati. Terpukul atas suatu dilema yang mengerikan. Membuatku semakin terpuruk dan buruk. Hingga ingatan ini memutar setiap rekaman kelam itu. Kala itu diriku terkoyak habis. Rapuh dan punya gairah hidup. Seraya menangis atas penyesalan 2 tahun lalu. Rekaman memori yang tergiang terus berputar dalam ingatan kecil. Pahit sekali hidup ini. Buruk kala aku berkaca pada cermin tua. Seraya memaki diriku yang tak pantas  Hina adalah sketsa gambaran hidupku. Ya, kini aku terpuruk. Jauh tenggalam dalam samudra penyesalan. Tak bisa mengarungi derasnya samudra, serta ombak dahsyat dalam palung. Aku rapuh. Benci dalam hati tertanam subur dalam diri. Hasutan kecil yang memancing nafsu kian bergejolak. Dendam adalah teman baikku. Dan itu semua kurasa baik bagiku. Baca Juga : Lekas Pulih 

Sang Ayam Jago

Sang Ayam Jago Sang fajar mulai melirik kala itu. Membawa kilau mentari yang membuat bumi terang. Azan subuh menjadi alunan merdu. Menggemakan langit bumi memuji kebesaran Tuhan. Gagah berdiri disamping tepian danau. Mengibaskan bertanda sang penguasa. Membuat ciut semua lawan yang ada. Memamerkan bulu usang namun lebat di sekujur tubuh. Mencakar - cakar tanah di kala petang. Seraya membungkukkan kepala. Mematok, sambil mengais makanan yang ada. Sesekali mengebas sayap lebat. Berkokok mengiringi menjelang petang. Langit yang hitam, kini tampak awan putih. Dengan rombongan burung yang mengangkasa. Serta suara bising kendaraan yang mulai terdengar di ujung jalan. Berkokok melantangkan suara sang ayam jago. Seraya mengibaskan sayap penuh bulu yang usang. Berjatuhan bulu lebat yang menghiasi pengisi suara petang. Sambil mnecari lawan yang siap untuk beradu. Baca Juga yang Lainnya : Diktator

Diktator

Diktator Terjebak dalam lubang hitam pekat. Mengais rampasan hak yang tidak wajar. Rakus adalah cara dia tempuh. Kenyang adalah salah satu akhir visi. Naluri kemanusiaan dikesampingkan. Mengedepankan kebutuhan dewan. Bukti konkret dalam ke - diktator - an. Janji - janji adalah sebuah angan  Tak pandang kaum yang meringkuk dalam gubuk rapuh. Menangis dalam balutan kesengsaraan. Prihatin terhadap perekonomian rumah tangga. Lemah semakin menjalar. Program kerja sudah lama di gaungkan. Kerja nyata adalah cara menarik simpati hati rakyat. Kata itu tak semanis realita. Justru pahit dalam keadaan realita. Baca juga : Sajak Diktator Kecil Karya Fadli Zon

Halusinasi

Halusinasi Terbang tinggi menembus batas. Seraya merasa melayang - layang. Nyaman dan tak ada tara. Melayang berembus mengikuti alur angin. Bak seorang yang memiliki jutaan mimpi. Satu demi satu mimpi terwujud. Seakan memberikan kesempatan. Bahwa hidup hanya dalam mimpi tanpa ada perjuangan. Tak merasa sulit untuk dilalui. Mengambang dalam jutaan mimpi yang tak terungkap. Dalam permainan akal halusinasi. Tak pernah surut dan selalu berandai. Aku salah dalam menilai. Halusinasi yang kian menjamah diriku, mematikan semua saraf. Tak berdaya ku kini, saraf gerak ku mati. Tak ada kekuatan bangkit, hanya halusinasi yang terbang mengangkasa. Baca Juga : Di antara Halusinasi dan Mimpi

Lentera Pagi

Lentera Pagi Seharum embun pagi yang semerbak. Hawa dingin yang menyapu lembut tubuh. Kicauan burung menari diatas dahan pepohonan. Alam masih kental dengan selimut gelap. Di tepi jalan lentera pagi menyala. Menyinari rumah tua, yang lekang dengan zaman. Nyala yang damai, sayup dihantam angin semilir. Sederhana, namun indah dimata. Jalan sayup oleh kendaraan. Terkadang bising suara silih bergantian. Ditambah sapa manusia yang saling kenal. Hangat dan penuh makna. Azan berkumandang indah nian. Memanggil setiap insan yang sibuk dengan tidurnya. Terbawa alunan azan yang berkumandang. Menyusuri jalanan yang penuh lentera.

Senyuman Manis Itu

Senyuman Manis Itu Yah, lagi ku lihat senyumanmu itu. Nampak bahagia yang kau rasa kini. Langitu biru turut menyertai tipis bibir mu. Bak pohon hijau yang rindang permai. Kau lontarkan senyuman itu. Senyuman yang aku rindu saat letih beraktifitas. Senyuman manis itu yang menghiasi penat pikiran. Juga mengisi hati yang resah akan beban kehidupan. Sikapmu yang manja kekanak - kanakan. Memberikan tawa tersendiri bagiku. Arti dalam semua ini adalah bahagia. Bahagia memiliki mu seorang. Pertahankan rasa ini. Semua sikapmu kepadaku. Yang memberikan energi penyegar dalam hidup. Sehingga aku tak bosan bersamamu.

Terjebak

Terjebak Aku terjebak. Dalam keheningan yang nestapa. Buruk nian kondisi ini. Bak tak ada hasrat yang ku punya. Seraya berteriak, tanda amarah. Mencampur pilu dalam setiap luka. Benturan tubuh dengan benda keras. Bertanda terpukul diri ku. Sedih dalam balutan amarah. Seakan tak terkontrol api kebencian. Selalu menggebu tak pernah surut. Hingga larut malam kurasa. Aku terjebak. Dalam lingkaran api yang bergejolak. Setan tertawa. Seakan aku adalah bangsa nya.

Lekas Pulih

Lekas Pulih Membara dalam hati. Siap menghujam dengan tindakan ini. Mungkin kata tak bisa mewakili. Namun sikap ini cukup sebagai bukti. Luka yang engkau berikan. Dalam, tak terlihat dan tak berdarah. Luka mu cukup dalam. Sehingga aku hanya memendam rasa ini. Berharap lekas pulih. Semua luka yang engkau berikan. Beribu perban dan obat merah disiapkan. Tak sanggup mengobati sesasaat.

Masalah Keadaan

Masalah Keadaan Kamu merasa iri dengan keadaan ini? Merasakan perbedaan dengan orang lain disamping mu? Dan hal ini yang membuat mu mengadu pada ku? Memberikan rasa amarah mu kepada ku? Sayang, kita berjarak. Kita jauh dari ujung pulau ini. Kita jauh dari penglihatan sepasang mata kita. Tapi, hati ini selalu dekat dengan mu. Ini masalah keadaan saat ini. Berjarak bukan berarti kita tak ada hubunga. Berjarak akan membawa kita semakin kuat. Sebab dari perjalanan ini, kita bisa meraih cita  - cita kedepannya. Aku mohon, anggap aja sebagai rintangan. Mencoba untuk saling bersama menghadapi. Jangan sepihak. Dan tetap bersama.

Tanyakan

Tanyakan Hari ini masih keingat yang dulu. Malam hari itu menjadi hening. Kaki pun sudah lemas dan ingin copot. Hati ini pun resah tanpa mu. Ada apa dengan dirimu? Malam ini berbeda, tanpa dirimu. Kusampaikan salam untuk rembulan. Berharap kau bisa tidur pulas sampe esok hari. Pagi buta ku terbangun. Melihat notifikasi dari. Kosong. Nampaknya dia masih enggan dengan ku. Tanyakan apa salahku? Mengapa dirimu secara tiba - tiba menjadi dingin? Aku tak bisa diskusi dengan mu. Coba turunkan ego mu.

Postingan populer dari blog ini

Cara Merawat Tv Agar Awet 2020

Cara Merawat Tv Agar Awet 2020 Informasi Wordss – Tv merupakan sarana media sebagai tempat hiburan keluarga. Selain menjadi media dalam hiburan keluarga, tv juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Salah satunya pemilihan saluran televisi yang baik dan berkualitas.  Penyesuaian tontonan sesuai dengan umur sangat penting bagi kita. Mana saluran tv yang baik untuk anak dan tidak baik dengan anak. Tv juga dijadikan sebagai media yang ter update. Setiap hari nya bahkan setiap jam informasi yang tv salurkan selalu meberikan berita yang aktual dan terkini. Nah buat kalian yang ingin menonton tv terus, maka perlu adanya perawatan pada tv yang anda tonton. Berikut Cara Merawat Tv Agar Awet 2020. 1.          Tempatkan Dalam Posisi yang Baik Tata letak dalam rumah harus diperhatikan. Hal ini sangat perlu untuk dilakukan karena demi kenyamanan sang penghuni dan tamu. Selain itu juga mempermudah kita untuk mencari barang yang kita ingi...

Tips Gemukin Badan Secara Ampuh Alami dan Sehat

 Tips Gemukin Badan Secara Ampuh Alami dan Sehat Memiliki tubuh ideal adalah impian banyak orang. Namun, tidak sedikit pula yang justru berjuang untuk menaikkan berat badan. Jika kamu termasuk orang yang ingin menaikkan berat badan secara sehat, artikel ini akan membahas berbagai tips gemukin badan yang aman, alami, dan tentunya efektif. 1. Tingkatkan Asupan Kalori Tips gemukin badan yang pertama adalah dengan meningkatkan asupan kalori harian. Namun, bukan berarti kamu bebas makan junk food atau makanan tinggi gula. Pilihlah makanan bernutrisi tinggi seperti nasi merah, roti gandum, alpukat, telur, dan kacang-kacangan. Cobalah makan 5–6 kali sehari dengan porsi sedang untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif. 2. Konsumsi Protein yang Cukup Protein berperan penting dalam membentuk massa otot, bukan hanya menambah lemak tubuh. Pilih sumber protein berkualitas seperti ayam, ikan, telur, tahu, tempe, dan susu. Kamu juga bisa menambahkan protein shake atau suplemen jika diperl...

Permainan yang Bisa Dimainkan Bersama Di Rumah

Informasi Wordss – Permainan adalah sarana kita untuk melepas penat dari seharian kita beraktivitas. Tentu sebagai penyeimbang dari mood dan pikiran kita harus santai salah satunya dengan bermain. Apalagi bisa dimainkan secara bersama – sama bersama teman, sahabat, dan keluarga. Berikut penulis merangkum permainan yang bisa dimainkan bersama di rumah. Permainan yang Bisa Dimainkan Bersama Di Rumah 1. Monopoli  Monopoli merupakan permainan yang bisa dimainkan lebih dari 2 orang. Maksimal permainan ini dimainkan oleh 6 pemain. Cara bermain monopoli adalah kita harus memaksimalkan dari daerah kekuasaan kita agar kita bisa merebut semua wilayah yang ada pada peta monopoli dan jika sudah kaya, maka kita menang. Monopoli memgajarkan kita untuk berbisnis.  Namun disini kita harus menguasai bisnis dengan membeli hotel atau rumah yang ada pada peta. Di monopoli sendiri terdapat kartu kesempatan dan dana umum. 2 kartu ini memberika hadiah, petunjuk, dan bisa juga denda. Dala...