Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Sang Ayam Jago
Sang fajar mulai melirik kala itu.
Membawa kilau mentari yang membuat bumi terang.
Azan subuh menjadi alunan merdu.
Menggemakan langit bumi memuji kebesaran Tuhan.
Gagah berdiri disamping tepian danau.
Mengibaskan bertanda sang penguasa.
Membuat ciut semua lawan yang ada.
Memamerkan bulu usang namun lebat di sekujur tubuh.
Mencakar - cakar tanah di kala petang.
Seraya membungkukkan kepala.
Mematok, sambil mengais makanan yang ada.
Sesekali mengebas sayap lebat.
Berkokok mengiringi menjelang petang.
Langit yang hitam, kini tampak awan putih.
Dengan rombongan burung yang mengangkasa.
Serta suara bising kendaraan yang mulai terdengar di ujung jalan.
Berkokok melantangkan suara sang ayam jago.
Seraya mengibaskan sayap penuh bulu yang usang.
Berjatuhan bulu lebat yang menghiasi pengisi suara petang.
Sambil mnecari lawan yang siap untuk beradu.
Baca Juga yang Lainnya : Diktator
Komentar
Posting Komentar