Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Rapuh
Terpukul atas suatu dilema yang mengerikan.
Membuatku semakin terpuruk dan buruk.
Hingga ingatan ini memutar setiap rekaman kelam itu.
Kala itu diriku terkoyak habis.
Rapuh dan punya gairah hidup.
Seraya menangis atas penyesalan 2 tahun lalu.
Rekaman memori yang tergiang terus berputar dalam ingatan kecil.
Pahit sekali hidup ini.
Buruk kala aku berkaca pada cermin tua.
Seraya memaki diriku yang tak pantas
Hina adalah sketsa gambaran hidupku.
Ya, kini aku terpuruk.
Jauh tenggalam dalam samudra penyesalan.
Tak bisa mengarungi derasnya samudra, serta ombak dahsyat dalam palung.
Aku rapuh.
Benci dalam hati tertanam subur dalam diri.
Hasutan kecil yang memancing nafsu kian bergejolak.
Dendam adalah teman baikku.
Dan itu semua kurasa baik bagiku.
Baca Juga : Lekas Pulih
Komentar
Posting Komentar