Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Hujan
Ditambah senyuman mentari yang manja.
Membawa naluri pelangi yang semakin elok.
Serta daun - daun kering yang berjatuhan.
Itu hanya fatamorgana belaka.
Sebuah anganku yang kembali mengembang.
Mengingat masa itu, yang tak bisa ku ungkiri.
Manis, namun hanya kenangan manis yang selalu tertanam di bekakku.
Kaca yang menghadap teras mengembun.
Langit nampaknya mulai tak bersahaja.
Sesekali mengejutkan dengan kilau sinar.
Berhembus angin kencang malam itu.
Serasa awan hitam memanggil.
Hujan seketika tiba mengguyur.
Menyiram bumi yang sudah 1 bulan belakang tidak hujan.
Hasil dari perubahan siklus yang selalu berproses.
Kenangan itu membanjiri ingatan ku.
Semakin kuingat, kepala ini semakin sakit.
Kuharap hujan ini yang menjadi saksi.
Sekaligus tanda pengingat dalam diri.
Baca Juga : Bayang Mu
Komentar
Posting Komentar