Hujan
Ditambah senyuman mentari yang manja.
Membawa naluri pelangi yang semakin elok.
Serta daun - daun kering yang berjatuhan.
Itu hanya fatamorgana belaka.
Sebuah anganku yang kembali mengembang.
Mengingat masa itu, yang tak bisa ku ungkiri.
Manis, namun hanya kenangan manis yang selalu tertanam di bekakku.
Kaca yang menghadap teras mengembun.
Langit nampaknya mulai tak bersahaja.
Sesekali mengejutkan dengan kilau sinar.
Berhembus angin kencang malam itu.
Serasa awan hitam memanggil.
Hujan seketika tiba mengguyur.
Menyiram bumi yang sudah 1 bulan belakang tidak hujan.
Hasil dari perubahan siklus yang selalu berproses.
Kenangan itu membanjiri ingatan ku.
Semakin kuingat, kepala ini semakin sakit.
Kuharap hujan ini yang menjadi saksi.
Sekaligus tanda pengingat dalam diri.
Baca Juga : Bayang Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar