Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Pedagang Kaki Lima
Gerobak tua dengan barang dagangan diatasnya.
Menawarkan hingga kepelosok desa.
Membunyikan lonceng yang lebih tua dari penjualnya.
Tampak koyak, tak kuat menanggung beban.
Gentong besar berisikan sirup.
Sisi kiri berjejer beragam jenis topping.
Walau gerobak tua, tampak bersih tempat meracik.
Dan petromak minyak di ujung kiri.
Slamet bapak tua yang berjualan es doger.
Siang hingga larut malam pun ia baru bisa pulang.
Demi menanggung keluarga kecilnya.
Dan menanggung istrinya yang kini sakit keras.
Walau dengan gerobak tua, es doger yang ditawarkan sangat menggugah.
Apalagi dengan susu kental manis dan beberapa toping segarnya.
Pria setengah abad ini kembali menelusuri gang.
Hingga di pertigaan ujung ia menghampiri anak - anak yang sedang bermain.
Baca Juga : Bangunan Tua, Belanda
Komentar
Posting Komentar