Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Mengapa Hal Ini Terjadi???
Kala itu aku masih sendiri.
Pun hingga saat ini masih sendiri.
Berlindung di dalam bangunan koyak.
Entah terlintas untuk renovasi atau tidak.
Tetangga ramah, senyum menyertai.
Tak semua, hanya sebagian.
Sebagian mempertanyakan.
Bahkan mencibir, enah aku pun tak tahu.
Serasa barang milik bersama.
Beranggapan rumah kini tak berpenghuni.
Sepi bahkan sama seperti rumah hantu.
Tak horror tapi melainkan kosong saja.
Tak punya harga diri.
Lahan depan sudah penuh menjadi parkir.
Sampah yang berserakan seakan menjadi TPA menggunung.
Sewaktu itu kujampai bapak mambuang hajat kecil di depan.
Sudah tak ada harga dirinya.
Seakan rumah ini sudah dikencingi.
Menjadi jamban bagi masyarakat kini.
Miris, melihat ulah para bajingan.
Aku tak tahu mengapa hal ini terjadi.
Ingin berontak, pun tak bisa.
Diam, pun bajingan kian menjadi keparat.
Hanya kupikul dalam diri.
Hidup di rumah, yang dikelilingi orang - orang yang kotor.
Komentar
Posting Komentar