Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Bertopeng Pejabat Mengahancurkan Hati Rakyat Kecil
Dulu ingat betul bakal calon yang siap memimpin.
Beradu argumen dan berkoar tentang visi misi.
Yang membuat hati rakyat kecil kian bersorak menyambutnya.
Membangun angan yang nanti akan menjadi janji manisnya.
Ia mengemis kala itu.
Modal yang ia keluarkan tak semurah janjinya.
Bertukar harta demi menduduki kursi pemerintahan.
Apapun ia lakukan demi hasrat yang ia punya.
Kini janji itu palsu.
Angan yang dulu indah kini terkubur tanah.
Pejabat kian leluasa merampas hak.
Menjadi pengerat tak menilai miskin atau kaya.
Bertopeng pejabat menghancurkan hati rakyat kecil.
Hukum tumpul berlaku pada tikus politikus.
Menindas rakyat jelata yang kian melarat.
Hukum diperalat dan dimanipulasi demi perut pejabat.
Miris melihat bangsa ini dipimpin pejabat kotor.
Tak punya hati nurani yang suci.
Sudah kotor dengan gelapnya dunia.
Tak percaya lagi tuhan dan dosa.
Komentar
Posting Komentar