Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Petani Sedih Melihat Sawah Tergerus
Petani riang pergi ke sawah.
Membawa makanan yang disusun rapi pada rantang besi.
Untuk bekalnya pada pagi dan terik siang.
Tersenyum kepada sawah hijau milikinya.
Kala itu ia beristirahat di bawah pohon rindang.
Sambil mengayunkan caping yang terlihat kusam.
Keringatnya membasahi kaus dalam pakaian.
Kakinya yang kusam akibat seharian dibalut lumpur tanah.
Peradaban kian berubah.
Luluh hati petani melihat sawah yang tergerus.
Gedung tinggi yang berkilau kaca tak jauh dari sawahnya.
Kerbau yang singgah pun tak ada lagi.
Petani sedih melihat sawah tergerus.
Tak ada kedamaian melainkan bising.
Tak ada lumpur tanah yang membalutnya, tapi aspal tebal yang panas.
Tak ada pohon rindang tempat ia istirahat melainkan mall yang berjejer rapih.
Komentar
Posting Komentar