Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Puisi : Payung Tempat Berteduh Jahatnya Dunia
Langkah ketakutan sambil kupegang erat.
Payung yang melindungi dari sengat panas.
Serta hempasan polusi yang bertebangan.
Menampar habis wajahku.
Kulihat seseorang jauh disana.
Tampak sangar dengan kacamata hitamnya.
Rambut yang terurai alami dengan terpaan angin.
Serta kaos yang compang - camping.
Telusuri jalanan ibu kota.
Memandang kilauan kaca gedung.
Tak kuasa menahan, ku palingkan wajah ini menjauh.
Sambil mengucap kata perih.
Aku merasa aman disini.
Dengan payung tuaku yang dibelikan bapak.
Payung yang menghalau terik panas dunia.
Serta payung tempat berteduh jahatnya dunia.
Setidaknya dengan ini aku mempunyai alat beladiri.
Jika saja ada orang yang berani macam - macam denganku.
Langsung kulipat payung ini.
Dan kulayangkan payungku ke penjahat itu.
Dan kulayangkan payungku ke penjahat itu.
Komentar
Posting Komentar