Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Mentari Fajar
Kala itu fajar tiba.
Menampilkan sinar yang menghiasi cakrawala.
Sungguh mempesona.
Sinar yang menjulang seluruh angkasa.
Kala itu aku masih berumur 6 tahun.
Sarapan dengan roti dan seres kesukaanku.
Tak lupa dengan film kartun pada zamannya.
Menanti mentari fajar menghiasi rumah.
Semalam adalah masa istirahat ku yang paling nyaman.
Sampai aku menyadari, pagi ini tidak ada bapak.
Tak tahu bapak kemana.
Karena yang kutahu, bapak sedang pergi kerja.
Burung menghiasi langit biru.
Bernyanyi dalam satu melodi.
Entah siapa yang memimpin.
Terdengar nyaring nan merdu.
Komentar
Posting Komentar