Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Bapak Bekerja Hingga ke Pulau Kalimantan
Kabarnya sudah 1 bulan lebih aku tak melihatmu.
Berlebaran di hari raya nampaknya sudah tak menjadi alasan kembali.
Demi mementingkan mencari uang untuk anaknya makan sehari - hari.
Demi membesarkan adik untuk menggapai cita - cita nya.
Bapak, kami merindukanmu.
Kau berjuang dengan apa yang kau punya.
Kau bak pahlawan dalam rumah tangga.
Menghidupi setiap anggota keluargamu.
Sebuah perantauan adalah kisahnya.
Pahit dan asam adalah rasa dari merantau.
Tak sedikit bapak mengeluh kepanasan.
Bahkan ingin merebahkan badan, pun tak bisa.
Bapak bekerja hingga ke pulau kalimantan.
Pulau yang jauh dari kehidupan hingar bingar kota.
Serta kegaduhan kaum elit politik modern.
Dan akses yang kurang memadai.
Untuk bapak, kini ku beranjak dewasa.
Kau sudah menua, sudah saatnya kau beristirahat di ranjang empuk.
Membuat kopi panas hitam dan menikmati masa tuamu.
Kini, biar aku yang meneruskan perjuanganmu.
Komentar
Posting Komentar