Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Ketika Hati Memilih, Kau lah yang Aku Pilih
Senyuman itu memberikan energi positif.
Memberikan kesegaran alami dari ciptaan-Nya.
Menunjukkan kekuasan, bahwa kau bidadari.
Dari berjuta bidadari, yang kini hinggap dalam hati ku.
Merindukan aroma tubuh mu.
Serta kain cotton yang selalu mempercantikmu.
Dibalut denga kain tipis jilbab.
Dan jemari mu yang lentik.
Merindukan suara bercakap.
Saling memandang dan bertukar rasa.
Menceritakan hal yang sama.
Sampai gelap tiba.
Hatiku sudah paten.
Memilih dirimu yang sesuai dengan pendamping hidup.
Tak terelakkan lagi kau lah pilihan hati.
Pada saat hati memilih, kau lah yang aku pilih.
Baca juga : Nilai Historis Cinta
Komentar
Posting Komentar