Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Seberkas Rindu yang Menggebu
Memandang dengan tatapan kosong.
Yang aku masi berpikir, entah berpikir apa.
Kosong.
Hariku rasa beda.
Penat tugas yang kukerjakan kemarin masih terbawa.
Bagaimana cara melepasnya.
Apakah kau tahu?
Aku hanya butuh kamu.
Kabarmu.
Kondisimu.
Saat ini.
Detik ini.
Aku butuh kamu.
Kamu yang mengisi relung hati rindu.
Seberkas rindu yang menggebu ini.
Semakin bergejolak.
Tolong kabari aku.
Dimana kamu.
Dan sedang apa.
Biar aku tidak menambah penat pikiran otak.
Cara ku mengobati kerinduan.
Adalah berbicara dengan mu.
Melemparkan kalimat cinta yang biasa kita utarakan.
Tidur dalam gelapnya semesta.
Aku butuh kamu.
Yang menemaniku dalam mimpi.
Memasuki batas waktu yang berbeda ruang.
Hingga matahari menyapa esok.
Komentar
Posting Komentar