Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Tak Bahagia Seperti yang Kau Bayangkan
Di lubuk hati ini sudah ada luka.
Tapi diriku lah yang menjadi perban dalam luka.
Telinga ini sudah penuh dengan bisikan jahat.
Namun kututup dengan rasa yang tidak enak.
Bagaimana pun bibir ini harus selalu tersenyum.
Bagaimanapun, harus bisa.
Menutupi segala luka.
Yang mengganp diriku orang paling bahagia.
Bagaimanapun hati ini harus bersih.
Dari rasa iri dan mungkar atas orang perbuat.
Tak usah dimasukkan hati, buang.
Lupakan anggap dunia ini tidak ada.
Hidup tak bahagia seperti yang kau bayangkan.
Hidup ini kian membunuh jika ku tak siap.
Mental dan jiwa adalah proteksi diri untuk menangkal.
Ke ikhlasan dan legowo hati yang membawa ke jalan suci.
Toh yang mereka omongkan hanyalah bualan.
Tak ada gunanya, hanya mencibir.
Tak melihat secara fakta apa yang terjadi.
Biarlah, selagi aku berbuat baik.
Baca juga : Hingga Keadaan Membaik
Komentar
Posting Komentar