Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Suci Lahir Besar Berdosa
Isak tangis ku tergiang dalam rumah sederhana.
Kain bedong tipis yang menjadi penutup pertamaku.
Kain penghias bentuk badan merahku.
Hanya tampak senyuman dari malaikat yang bahagia.
Keseharianku penuh dengan tawa.
Bermain dengan siapa pun yang kuajak riang.
Tanpa memandang usia bermain tak henti.
Dalam benakku dunia ini tempat bermain.
Waktu kian berlalu.
Media komunikasi sudah tak pakai burung.
Mobil kapsul dulu sudah tidak ada.
Motor vespa dengan asap yang ngebul pun tak ada.
Kini ku sudah beranjak dewasa.
Tertawa dalam keluarga kecil.
Dan mengisahkan hal lelucon pada anak.
Sampai berfikir begitu cepat waktu berjalan.
Masa kanak - kanak sudah tertinggal jauh.
Kini, kutuliskan cerita lanjutan dalam hidup.
Mengingat masa kecil yang suci.
Dan besarku kini hanyalah rangkaian dosa yang ada.
Terbayang begitu lampau kulalui.
Terbayang semua hal yang kulalui.
Menjadi sebuah rentetan perjalanan.
Dari masa suci lahir hingga besar berdosa.
Komentar
Posting Komentar