Kemenangan Sudah Di Ujung Jalan Berbagai peristiwa yang sudah dilewati. Berbagai dilema yang sudah dirasakan. Berbagai rasa yang sudah dicampur adukkan. Berbagai drama yang kini masih ada. Oh nampaknya tidak berkesudahan. Pola hidup yang tiap meroda. Tak tampak ujung sepertinya. Tak ada batas akhir disana. Namun, kian lama makin terasa. Kemenangan yang kian ditunggu semakin nyata. Kemenangan yang sudah di ujung jalan. Oh rasanya kita harus bersama. Jarak yang sudah memisahkan seharusnya tidak ada lagi. Komunikasi melalui seluler seharusnya sudah kian berkurang. Saling menatap akan menjadi kebiasaan. Saat rindu kita berdua disatukan.
Merantau Sampai di Ujung Mata
Ibu, aku masih mengayuh sepeda tua ini.
Melintasi jalan tepian sampai larut senja.
Merantau jauh sampai kau tak melihatku.
Ini demi cita dan jutaan angan bangsa.
Ibu aku pamit, merantau ke kota sebelah.
Dengan sepeda motor tua ini bekal dari bapak.
Dan segala semangat yang menjadi pondasi kokoh pendirian.
Membayangkan mimpi kedepan mau seperti apa.
Penuh kisah haru yang kulewati.
Kisah yang bercerita pada diriku seorang.
Mengenai hidup negri ini.
Dan berbagai macam liku bocah rantau.
Kini ku sudah tak bisa melihat ibu.
Begitu ibu, yang tak lagi menyapaku.
Baginya aku sudah merantau sampai di ujung mata.
Tak terlihat, namun masih tergiang nasihatmu.
Komentar
Posting Komentar